Panduan Lengkap Beternak Burung Kepodang Agar Berhasil Bagi Pemula

Burung kepodang adalah salah satu burung kicau dengan bulu indah serta terkenal sebagai burung cantik, rapi dan bersih. Burung ini juga terkenal piawai dalam membuat sarang.

Di alam bebas binatang ini mulai jarang ditemukan karena adanya perburuan liar. Pada tahun 1983 – 1993 kepodang ditetapkan sebagai mascot satwa Propinsi Jawa Tengah oleh gubernur HM Ismail, karena bentuk tubuh dan juga kicauannya yang sangat merdu.

Cara Beternak Burung Kepodang

cara-beternak-burung-kepodang

Hewan ini berasal dari daratan Cina, persebaran di wilayah Asia lainnya antara lain Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, India. Di Indonesia meliputi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Kalimantan, Sunda hingga Sulawesi. Cara beternak burung kepodang juga termasuk mudah.

Burung ini tergolong jenis burung kurungan sehingga banyak pecintanya merawatnya sebagai penghias rumah. Namun hal ini menyebabkan banyaknya perburuan liar, sehingga kiacauan kepodang sudah jarang terdengar di alam bebas atau di hutan.

Untuk menjaga agar tidak punah, maka perlu dilakukan budidaya atau penangkaran dengan cara :

Memilih indukan

Untuk cara beternak burung kepodang, sebelumnya bisa melakukannya dengan mencari calon indukan jantan dan betina. Hanya saja bagi pemula, kadang-kadang tidak bisa membedakan jantan dan betina karena keduanya sangat identik.

  • Postur tubuh jantan yang lebih gede dibanding betina. Bentuk kepala jantan sedikit rata dan lebih gede dari betina yang kepalanya mampu membuat melingkar.
  • Kepodang jantan memiliki bulu berbentuk mantel berwarna hitam pada bagian mata hingga kepala bagian belakang yang lebih tipis dibandingkan dengan betina. Sebaliknya, betina mempunyai mantel yang lebih tebal.
  • Pejantan di pangkal ekornya terdapat bulu berwarna kuning. Sedangkan betina tidak diperoleh bulu berwarna kuning di pangkal ekornya.
  • Paruh kepodang jantan lebih gede dibandingkan betina, warna merah mudanya juga lebih menyala. Bulu ekor jantan mempunyai warna kuning yang lebih meluas dibandingkan betina.
  • Warna kuning pada bagian sayap jantan lebih lebih lebar dan nampak renggang, sedangkan pada betina sedikit dan nampak menyempit. Warna kuning pada pangkal ekor kepondang jantan masih terlihat jelas, sedangkan pada betina masih terlihat kusam.
  • Bunyi kepondang jantan lebih lantang, bervariasi dan rajin. Sedangkan bunyi betina mampu membuat itu-itu saja, pelan dan jarang berkicau.

Proses penjodohan

Setelah memperoleh induk jantan maupun betina, sebelum dipindahkan di dalam satu kandang. Kedua burung sebelumnya wajib diperkenalkan atau dijodohkan.

Cara beternak burung kepodang ialah dengan menempatkan jantan dan betina di kurungan yang terpisah lalu ditempelkan setiap hari hingga ke dua burung terpikat satu dengan lainnya.

Pembuatan kandang

kandang-kepodang

Untuk kurungan penangkaran burung podang sediakan ukuran yang luas dengan beberapa tenggeran / ranting, yang dilengkapi dengan tumbuhan alami maupun tumbuhan buatan yang rindang.

Namun sebisa mungkin, buatlah kandang burung tersebut seperti tempat asal aslinya. Agar cara beternak burung kepodang bisa dilakukan dengan cepat.

Di dalam kandang sebisa mungkin diberikan tempat untuk sarang. Bisa terbuat dari anyaman rotan dan letakkan di cabang pohon atau di tempat yang sedikit lebih tinggi.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sarang kepodang di antaranya ialah: jerami, ranting-ranting, dan rumput-rumput kering.

Pengeraman telur

Penangkaran burung kepodang dilanjutkan jika proses perkawinan berhasil, maka induk betina akan bertelur sejumlah 2 butir telur. Pengeraman telur tersebut dapat berlangsung selama 17-21 hari. Sesudah menetas, anakan akan dirawat bersama oleh induk betina dan induk jantan hingga berusia 1 bulan.

Pemberian pakan

Berikan pakan seperti halnya buah-buahan yang mempunyai rasa manis dan segar, misalnya pepaya atau mangga. Berikan juga buah-buahan tersebut degan rutin di setiap hari.

Pada cara beternak burung kepodang selanjutnya dilakukan dengan pemberian pakan tambahan misalnya seperti jangkrik, ulat bambu, dan juga tipe serangga lain dapat diberikan secukupnya.

Untuk ulat bambu cukup dikasihkan sejumlah 1 ekor, yang dikasihkan 2 sampai dengan 3 kali dalam satu minggu. Adapun untuk ulat hongkong dapat dikasihkan hanya sebagai selingan saja, yakni supaya burung kepodang dapat menjadi lebih penurut.

Perawatan

Kebersihan kandang wajib tetap dijaga supaya penangkaran burung kepodang berhasil dan sangat sulit stres. Merawat anak kepodang supaya nantinya rajin bersuara bisa melakukannya dengan mengangin-anginkannya pada pagi hari sebelum matahari terbit. Sembari dikasihkan campuran kroto dan apel.

Karena di alam liar burung kicau ini menyukai tempat yang tinggi untuk mengeluarkan kicauannya. Maka setiap pagi, beri mandi burung lalu jemur dan gantung di tiang kerekan atau ditempat biasa selama sekitar 2 jam sambil diberi jangkrik antara 3 hingga 5 ekor.

Setelah itu barulah burung bisa dimasukkan dan ditempatkan di tempat yang sejuk. Setiap hari, burung bisa dikasihkan ulat bambu sejumlah 1 hingga 2 ekor dan buah-buahan seperti pepaya. Agar cepat menjadi gacor putarkan rekaman kicauan burung sebagai master sambil dikerodong hingga sore hari.

Di sore hari, perlakukan dengan menggunakan cara yang sama seperti di pagi hari, tetapi pemberian makanan ekstra berupa jangkrik wajib lebih banyak, misalnya maksimal 5 ekor.

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment