Panduan Budidaya Burung Jalak Suren Untuk Pemula

Jalak suren merupakan spesies jalak yang berasal dari Benua India dan Asia Tenggara. Hewan ini mempunyai ukuran sedang berwarna hitam dan putih. Binatang ini memiliki kaki jenis anisodaktil dengan tiga jari menghadap depan sedangkan satu jari menghadap belakang.

Pada habitat aslinya burung ini bertempat di dekat air yaitu pada lubang pohon, terkadang mencari makan di tanah. Selain itu juga mencari makan di air. Kicauan yang dihasilkan oleh burung ini memiliki suara jernih, sehingga hal ini menjadi daya tarik bagi pecinta burung kicau.

Langkah Budidaya Burung Jalak Suren

budidaya-jalaksuren

Jenis ini juga dijadikan lambing burung jinak penjaga rumah. Hal ini disebabkan apabila ada orang dating ke rumah hewan ini akan mengeluarkan kicauan yang nyaring serta bervariasi. Untuk membuatnya tetap rajin berkicau, sebaiknya jalak suren dipelihara bersama jalak hitam. Berikut ini langkah budidaya burung jalak suren :

Memilih indukan

Dalam menentukan calon indukan jalak suren, usia yang paling produktif ialah saat burung berumur 1 sampai 2 tahun. Pastikan untuk menentukan calon indukan yang sehat, jinak, serta tidak mengalami sakit supaya proses reproduksi berjalan dengan lancar. Ini merupakan langkah awal dalam budidaya burung jalak suren.

Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan. Ciri fisik serta perilaku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan. Untuk membedakannya, wajib melakukannya dengan pengamatan yang seksama.

Jalak suren jantan mempunyai tubuh berbentuk lurus dengan diameter relatif lebih gede dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepalanya lebih gede dan lingkaran, paruhnya relatif lebih panjang juga kokoh.

Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam serta mengilat. Warna merah di kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang mempunyai bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih.

Ekornya sedikit lebih panjang serta menyatu. Jari-jari bagian kaki lebih panjang juga lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih lebar saat mengembang.

Betina mempunyai bentuk badan bundar dan pendek. Warna hitam serta putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek serta lembut. Kepalanya agak ramping. Warna merah di bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan.

Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah serta bergerak aktif dari yang betina. Memiliki ocehan lebih sering, bervariasi, dan lebih keras dari betina.

Persiapan kandang

Langkah budidaya burung jalak suren selanjutnya adalah menyiapkan sebuah kandang penangkaran yang terbuat dari besi atau kayu. Untuk ukuran bisa menyesuaikan dengan luas area yang dimiliki.

Sebagai sebuah tambahan kecil, lebih gede akan lebih berkualitas. Burung akan mempunyai banyak tempat untuk bergerak serta bisa tumbuh dengan sehat.

Sebenarnya tidak ada ukuran mutlak  untuk membuat kadang penangkaran jalak suren. Namun, pilihlah kandang dengan diameter 80-100 cm (lebar depan) x 90-150 cm (panjang ke belakang) x 180-250 cm (tinggi).

Pada setiap dinding kandang, sediakan kawat ram. Sebagai tutup bisa menggunakan eternit atau mungkin asbes. Kemudian beri ruang kecil di bagian atap sehingga terik matahari masih bisa masuk ke dalam kandang, yang mana merupakan hal yang sangat perlu bagi perkembangan burung sendiri.

Membuat sarang untuk berterlur bisa dibuat memakai kayu atau triplek. Buatlah dengan  bentuk kotak dengan diameter 25 cm x 25 cm x 25 cm. Letakkan sarang untuk bertelur pada sebelah atas kandang. Sediakan juga keramba atau tempat mandi.

Lakukan penjodohan

Apabila ingin mengawinkan indukan, langkah budidaya burung jalak suren ada baiknya masukkan dulu ke dalam kandang penangkaran. Ini ialah tahap awal perkenalan antara kedua burung dan menghindarkan perkelahian saat dipindahkan di dalam kandang penangkaran. Namun lakukan antara kedua indukan pada kurungan yang tidak sama tapi diletakkan berdekatan.

Langkah perkawinan

perjodohan-jalaksuren

Berikut ini terdapat beberapa langkah untuk mengawinkan jalak suren:

  • Masukkan calon indukan jalan suren ke dalam kurungan terpisah. Letakkan sekat di antara kurungan jantan dan betina.
  • Atur posisi tempat makanan dalam kurungan dengan jarak berdekatan.
  • Atur juga posisi dari tempat bertengger. Bentuk tempat bertengger searah membentuk garis lurus dan saling berdekatan.
  • Tunggulah dalam hitungan hari. Apabila ada bunyi kicauan saling bersahutan dan tidur mulai berdekatan, berarti mulai berjodoh. Setelah itu, buka sekat antar kurungan. Harap diingat bahwa burung yang akur, tidak menyerang satu dengan lainnya belum pasti akur saat dipindahkan dalam satu kandang.
  • Jika salah satu burung berupaya menyerang pasangannya maka bisa menyemprot dengan air pada burung penyerang. Jika setelah disemprot burung masih saling menyerang maka berilah sekat pembatas. Ulangi langkah di atas setiap tiga hari sekali sampai burung tidak menyerang.
  • Bila dirasa jalak suren sudah berjodoh, kemudian tempatkan betina ke kandang penangkaran dan tunggu sampai burung nampak tenang.
  • Tempelkan kurungan perjodohan jantan ke kurungan yang sudah ada betinanya. Tempelkan pada salah satu dinding kandang penangkaran. Jika bunyi kicauan jantan dan betina saling bersahutan serta pada malam hari betina tidur bertengger pada kurungan jantan maka bisa dipastikan keduanya berjodoh.
  • Masukkan jantan ke dalam kurungan penangkaran dengan pelan-pelan. Waktu tepat adalah sore hari, untuk memasukkan burung jantan ke kandang penangkaran. Waktu tersebut biasa dipakai untuk beristirahat sehingga keduanya saling tenang dan tidak menyerang.
  • Coba perhatikan kedua burung ketika tidur. Bila saling berdesakan atau berhimpitan dipastikan burung berjodoh. Begitu pula pada keesokan harinya, jika tetap akur, tidur berhimpitan juga tidak saling menyerang serta berkicau secara bersahutan maka burung tersebut berjodoh. Namun jika masih terjadi perkelahian keluarkan keduanya dari penangkaran lalu wajib mengulangi lagi proses perjodohan dari awal. Setelah mengulangi proses perjodohan selama 2 – 3 hari namun tetap saja berkelahi maka carikan pasangan lain.

Pemberian pakan

Voer termasuk dalam pakan utama burung jalak suren. Pemilik bisa menambahkan pakan tambahan yang lain seperti pisang kepok, jangkrik, atau ulat hongkong.

Dalam budidaya burung jalak suren menyediakan pakan ini wajib memperhatikan dengan memenuhi keperluan dengan kualitas pakan yang baik. Karena pakan yang memadai dan berkualitas akan menentukan proses reproduksi burung jalak suren.

Di habitat aslinya setiap sarang biasanya terdapat empat hingga enam telur biru mengkilap serta polos. Biasanya telur akan menetas setelah 14 – 15 hari.

Perawatan anakan jalak suren

Setelah telur menetas, umumnya anakan jalak suren akan bersama induknya sampai umur 1 minggu atau 1 bulan. Tetapi berdasarkan pengalaman, anakan jalak suren yang punya usia 1 minggu sudah diambil serta dirawat sendiri dengan menggunakan cara diloloh.

Budidaya burung jalak suren dengan memasukkan anakan jalak suren ke dalam inkubator lalu pisahkan sendiri-sendiri di dalam besek/sarang buatan. Pada sebelah atas besek, ditutup dengan rotan supaya anakan bisa istirahat.

Untuk pelolohannya, memakai voer yang sudah dilembutkan serta diberi sedikit air hangat supaya gampang tercerna. Untuk meloloh anakan JS dapat memakai spet.

Waktu meloloh ialah setiap 1 jam sekali, dan kalau sudah agak besar 2 jam sekali, semakin besar 3 jam sekali, dan seterusnya sampai anakan bisa makan sendiri.

Apabila anakan JS telah mampu makan sendiri, bisa dengan memberi jangkrik kecil 3 kali sehari masing-masing 5 ekor. Tetapi harap untuk memastikan jangkrik sudah dibersihkan dari kaki – kakinya.

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment