Langkah Budidaya Gelatik Jawa Secara Mudah Dan Menguntungkan

Langkah Budidaya Gelatik Jawa Secara Mudah Dan Menguntungkan – Gelatik jawa merupakan burung kicau dengan ukuran kecil dengan panjang kurang lebih 15 cm. Hewan ini memiliki cirri kepala hitam, pipi putih serta paruhnya berukuran besar dan berwarna merah.

Untuk dewasa memiliki bulu berwarna abu – abu, perut cokelat kemerahan, kaki merah muda serta di sekitar matanya berwarna merah.

Cara Budidaya Burung Gelatik Jawa

budidaya-gelatik-jawa

Untuk jantan dan betina memiliki warna serupa, sedangkan saat masih muda memiliki warna cokelat. Hewan ini merupakan salah satu endemic Indonesia.

Pada habitat aslinya dapat ditemukan di wilayah hutan, padang rumput, sawah di Pulau Jawa dan Bali. Sehingga untuk cara budidaya burung gelatik jawa tergolong mudah karena sesuai dengan iklimnya.

Akhir – akhir ini jenis ini banyak ditemukan di seluruh dunia sebagai burung hias. Sehingga hal tersebut mengakibatkan penangkapan liar di hutan serta habitat aslinya.

Selain itu hilangnya hutan serta penyempitan lahan persawahan atau ladang membuat populasi gelatik jawa kian menyusut.

Untuk mencegah kepunahan, perlu dilakukan langkah budidaya serta penangkaran. Berikut langkah budidaya gelatik jawa :

Membedakan kelamin gelatik

Salah satu cara budidaya burung gelatik jawa yakni dengan membedakan tipe kelamin gelatik cukup susah. Penampilan fisik dari gelatik jantan dan betina hampir serupa.

Untuk ternak gelatik jawa terlebih dahulu harus bisa membedakan tipe kelaminnya, perlu mengamati secara seksama di bagian paruh, bunyi hingga matanya.

Umumnya gelatik jantan mempunyai pangkal paruh lebih tebal, mempunyai warna lebih tajam dan nampak cantik, matanya nampak sangat cerah dan bersinar, kicauannya berkemampuan dan biasanya jantan sering berkicau dibandingkan gelatik betina.

Ciri gelatik betina di antaranya memilki paruh cukup tipis, mempunyai warna lebih muda, matanya berwarna sedikit pudar, ukuran badannya relatif lebih mungil dibandingkan jantan, bunyi kicaunya terbilang itu-itu saja dan jarang terdengar.

Cara Merawat Burung Gelatik

Memilih indukan

Langkah pertama cara ternak burung gelatik jawa tentu saja wajib mempunyai minimal sepasang gelatik jawa (padda oryzivora) dewasa atau siap kawin.

Pastikan betina berumur 1 tahun lebih, supaya kualitas anakan lebih terjamin dan jumlah telur mencapai standar, yakni 5-6 butir setiap peneluran.

Selain itu, pilihlah pasangan induk yang dalam kondisi tidak mabung atau memperlihatkan beberapa ciri akan mabung. Induk siap kawin dapat dilihat dari tingkah lakunya.

Induk jantan akan sering berkicau dan agresif di dalam kandang. Kedua induk akan merobek kertas koran yang disediakan di lantai kandangnya.

Salah satu keistimewaan menyolok dari ternak gelatik jawa ialah penampilannya menjadi rapi, bulu–bulu menjadi rapat dan mulus, ketika berada dalam situasi berkawin.

Persiapan kandang

kandang-gelatik-jawa

Ukuran kandang bisa berakibat bagi kesehatan serta produktivitas burung. Jangan membuat kandang terlalu besar karena akan menjadikan gelatik terlalu banyak terbang. Sehingga menguras energi yang banyak untuk bergerak daripada untuk berkembang biak.

Untuk ukuran kandang dalam cara budidaya burung gelatik jawa, idealnya berukuran 30 cm x 40 cm untuk setiap pasangnya. Bahan yang bisa digunakan untuk membuat kandang ialah kerangka besi atau kerangka kayu.

Kemudian ditutup dengan memakai kawat kasa berukuran 1 cm x 1 cm. Atapnya dapat memakai asbes, seng, genting atau tripleks.

Agar terik matahari bisa masuk ke dalam kandang dengan maksimal, disarankan untuk memakai kawat kasa. Sinar yang masuk dimanfaatkan untuk berjemur usai mandi, sebab burung ini suka membasahi bulunya dengan air.

Tak ada batasan mengenai pemakaian kandang yang cocok untuk ternak gelatik jawa. Model kandang bisa berupa kandang soliter (untuk sepasang induk), kandang koloni / ombyokan (untuk beberapa pasangan induk), maupun kandang aviary / umbaran terbuka.

Rangka kandang pun bisa terbuat dari besi atau kayu. Yang penting ialah kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya selama masa berkawin tersebut.

Persiapan kotak sarang

Kotak sarang untuk cara budidaya burung gelatik jawa dapat memakai media kayu yang dibentuk khusus (glodok) sebagai tempat bertelur dan mengerami telur bagi burung ini. Banyak tipe dan tipe kotak sarang, silakan pilih yang sangat pas dan cocok dengan kandang penangkarannya.

Berikutnya ialah menyiapkan bahan penyusun sarang, misalnya rumput kering, sabut/serabut kelapa, atau bahan lain. Masukkan seluruh bahan ke dalam kotak sarang, lalu ditekan-tekan dengan tangan sampai terbentuk seperti sarang.

Ambil beberapa helai bahan tadi, selanjutnya diatur hingga menjulur keluar dari pintu masuk kotak sarang. Ini untuk memancing burung supaya cepat bertelur.

Setelah 7-14 hari dipasangkan, umumnya induk betina akan bertelur dengan jumlah 5-6 butir dan akan menetas setelah 18 hari masa pengeraman.

Jika diasuh induknya, piyik akan mulai keluar dari sarangnya pada umur 28 hari. Piyik dapat segera dipasangi ring untuk dipasarkan atau diternakkan hingga dewasa.

Pemberian pakan

Agar nutrisi pada budidaya burung gelatik jawa berkecukupan, pemilik perlu menyediakan pakan yang masih segar dan bervariasi. Selain itu juga dapat memberikan vitamin pada gelatik jawa.

Untuk pakan burung gelatik jawa sangat rekomendasi untuk menyediakan pakan alami. Tapi tidak jadi persoalan kalau memberikan gelatik jawa pakan buatan.

Atau dapat memberikan pakan campuran dari keduanya. Perlu dilakukan langkah memberi pakan tambahan, hal ini dimaksudkan untuk memacu perkembangan dan meningkatkan sistem ketahanan  tubuh burung gelatik.

Seperti memberikan ulat hongkong, cacing, jangkrik, belalang serta orong-orong.

Manfaat Air Kelapa Untuk Burung Kicau

Memantau perkembangannya

Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah merawat serta memantau perkembangannya. Hal ini sangat penting agar saat budidaya burung gelatik jawa dapat menghasilkan burung atau indukan selanjutnya dengan kualitas bagus.

Berikut hal – hal yang harus dipantau dari burung ini :

Perangai lincah

gelatikjawa

Burung gelatik jawa tak dapat sering melamun dan wajib aktif bergerak ke sana kemari. Seandainya ada satu hal yang mendekati kurungannya secara spontan burung ini bisa terbang kelabakan.

Yang di cemaskan dari burung yang diam yaitu bisa saja alami stres atau sedang sakit. Perihal seperti ini dapat menjadi pemicu fatal pada tidak berhasilnya usaha penangkaran yang tengah ditangani.

Bulu teratur

Bulu yang teratur rapi memperlihatkan burung ini bersih dan tak tengah alami stres. Burung gelatik silver biasanya melindungi bulu dan mengaturnya sesudah mandi. Bila bulunya masih terlihat mengkorok mengisyaratkan burung itu tengah mengalami sakit.

Dubur bersih

Segi dubur wajib beneran diperhatikan dengan seksama. Bersih tidaknya segi dubur memperlihatkan kondisi kesehatan dari burung itu sendiri. Jangan sampai ada seekor burung dengan dubur yg kurang bersih dan di dekatnya banyak feses.

Hal ini memperlihatkan bahwa burung tersebut terinfeksi permasalahan dengan pencernaannya. Atau burung terkena diare atau infeksi pada usus serta lambungnya. Yang dicemaskan hal ini akan jadi turun pada anakannya.

Paruh

Letak paruh antara sebelah atas dengan bagian bawahnya simetris. Jangan sampai terdapat cacat, yakni antara paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup secara sempurna. Cacat seperti ini dapat terjadi akibat perkawinan sedarah.

Lingkar mata

Lingkar mata juga termasuk dalam petunjuk untuk memahami kesehatan burung. Harus diperhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut ialah merah terang bukan pucat.

Warna pucat memperlihatkan keadaan burung kurang fit. Burung yang bagus umumnya mempunyai lingkar mata membundar sempurna dengan ketebalan yang rata. Selain itu, lingkar matanya bersih dan lembut, tidak terdapat lekukan-lekukan.

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment