Cara Agar Marmut Cepat Beranak

Marmut merupakan jenis hewan pengerat yang tergolong familia Sciuridae (bajing) dengan genus Marmota. Biasa hidup di daerah pegunungan seperti Alpen atau Pirenia di Eropa, di Amerika Serikat dan Kanada bagian utara.

Binatang ini akan membuat sarang di dalam tanah, lalu melakukan hibernasi (istirahat panjang) selama musim dingin. Marmut tergolong satwa sosial, yakni berkomunikasi satu sama lain melalui siulan nyaring, terutama saat merasa ada bahaya.

Nama marmut diambil dari bahasa Latin “mures monti” (tikus gunung) atau bahasa Latin klasik “mures alpini” (tikus alpen). Adapun binatang lain yang berukuran serupa juga lebih memilki sifat sosial yaitu anjing prairi.

Namun anjing prairi tidak digolongkan dalam genus Marmota, tetapi dalam golongan genus Cynomys. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, marmut sering disebut tikus Belanda (Guinea Pig), meskipun sebenarnya hewan pengerat tersebut berasal dari golongan familia berbeda.

Makanan utama marmut ialah tumbuh – tumbuhan meliputi rumput – rumputan, buah beri, lumut kerak, lumut daun, akar – akaran dan bunga. Binatang ini juga sering menggerogoti kayu bertujuan untuk menghambat pertumbuhan giginya, karena apabila gigi semakin panjang akan menyulitkannya dalam mengunyah makanan.

Cara Agar Marmut Cepat Beranak

cara-agar-marmut-cepat-beranak

Guenia Pig di negara Indonesia tidah hanya dijadikan hewan peliharaan, bahkan beberapa orang memanfaatkannya sebagai ladang bisnis. Mereka menernak atau membudidayakannya karena dapat dijadikan sumber penghasilan yang menjanjikan.

Marmut betina dapat menghasilkan hingga 6 ekor anakan dengan periode berkisar anatara 58 sampai 73 hari. Binatang ini sangat rentan terserang penyakit toksemia, sehingga angka kematian anakan sangatlah tinggi yaitu sebesar 20%.

Berikut hal – hal yang harus diperhatikan untuk menerapkan cara membuat marmut cepat beranak :

1. Jaga Berat Ideal Indukan

Cara supaya marmut cepat beranak paling mudah ialah menjaga berat ideal indukan, marmut sebenarnya memiliki sifat mudah kawin serta mudah hamil, akan tetapi kehamilannya sangatlah rentan terhadap penyakit. Apabila mengalami kegemukan, maka ia akan mudah terserang penyakit Toksemia.

Penyakit ini sangatlah berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian pada janin. oleh sebab itu, berilah makanan dan minuman secukupnya, untuk menjaga berat ideal agar tidak mudah terserang penyakit terutama toksemia.

Usia marmut bisa dibilang siap kawin setelah berusia tiga minggu untuk jantan sedangkan betina empat minggu . Saat usia jantan dan betina sudah cukup matang, maka dekatkan kandangnya agar mereka dapat mengenal satu sama lain. Apabila guenia pig sudah memberikan tanda siap kawin, maka satukan jantan beserta betina pasangan dalam satu kandang.

2. Selalu Bersihkan Kandang dan Berikan Makanan Tambahan

Jangan lupa selalu bersihkan kandang marmut dari kotoran serta bekas makanan, Apabila kandang bersih, maka dia akan merasa nyaman, sehingga mereka bisa cepat berkembang biak.

Selain memberikan makanan utama seperti tumbuh – tumbuhan, anda juga perlu memberi vitamin tambahan terutama vitamin C.

Namun perlu diingat, pakan tambahan bukan berarti porsi makan ditambah, melainkan pemberian vitamin serta makanan yang memiliki gizi baik.

3. Pisahkan Pejantan dan Indukan

Setelah proses perkawinan berhasil, kemudian marmut betina akan hamil, maka segera pisahkan jantan dari kandang perkembang biakan. Cara ini dilakukan untuk mencegah pejantan mengganggu kehamilan indukan.

Induk Guenia Pig haruslah dipisahkan dari bayinya setelah dilahirkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah induk memakan bayinya, karena pada dasarnya guenia pig memiliki sifat kanibal sama halnya denagn hamster.

Demikian artikel tentang cara agar marmut cepat beranak, terima kasih sudah mengunjungi artikel kami, Semoga bermanfaat.

Baca Artikel Lainnya :
Cara Merawat Anakan Kelinci Cara Merawat Anakan Kelinci - Masyarakat indonesia sudah lama mengenal kelinci sebagai hewan ternak dengan dua tipeutama yakni jenis hias dan pedaging...
Mengobati Scabies Kelinci Kelinci merupakan hewan mamalia dari famili Leporidae, berkembang biak dengan beranak atau disebut vivipar. Pada zaman dahulu, marmut merupakan hewan ...
Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment

error: Content is protected !!