Cara Budidaya Maggot Lalat BSF

Lalat bsf atau black soldier fly merupakan salah satu tipe serangga dari keluarga lalat, tetapi ternyata lalat ini sangatlah berguna bagi para pemilik ternak unggas seperti entok, bebek atau ayam.

Terutama dalam hal untuk menghemat pakan ternak unggas, manggot lalat bsf dapat dipakai sebagai bahan pakan protein. Sifatnya yang alami bisa menjadi sumber pakan protein yang tiada habisnya.

Asalkan dalam pembudidayaan dilakukan secara tepat dengan menggunakan ratio ternak unggas yang diberi makan setiap hari.

Cara Budidaya Maggot atau Belatung Lalat BSF

cara-budidaya-lalat-bsf

Cara merawat manggot bsf ini sangatlah mudah, karena yang diperlukan hanyalah pakan fermentasi organik saja sebagai pakannya hingga siap diunduh. Berikut sedikit tips prosedur mendatangkan lalat bsf dan memanfaatkannya untuk sumber pakan ternak berprotein tinggi:

  • Buatlah fermentasi kering memakai dedak didicampurkan dengan probiotik (bisa em4 atau yang berbedanya) sejumlah 5 – 7 kg. Jangan lupa, tambahlah bumbu kaldu ayam atau sapi yang banyak tersedia diwarung supaya aroma fermentasi dedak nanti lebih tajam.
  • Setelah diperam selama kira-kira satu minggu dalam wadah tertutup rapat, keluarkan dari wadahnya. Pastikan fermentasi tersebut berhasil dengan ditandai bau tape, tidak apek dan tidak lembek.
  • Tempatkan dedak fermentasi tersebut dalam wadah diruangan terbuka, dengan ditutupi daun pisang atau kertas koran.
  • Jangan ditutup rapat, dan sisakan sedikit ruang terbuka supaya aroma pakan fermentasi ini keluar untuk mengundang lalat bsf datang untuk bertelur.
  • Biasanya, jika memang dalam lingkungan terdapat lalat bsf, maka serangga akan datang untuk bertelur hingga maksimal 4 hari semenjak di pasang media dedak tersebut.
  • Telur-telur lalat akan melekat pada dinding-dinding wadah, atau tempat –tempat didekat media dedak.
  • Biarkan telu hingga menetas, dan menjadi manggot.
  • Seekor lalat bsf ini akan menciptakan 300 hingga 800 butir telur yang siap menjadi larva atau manggot 2 hingga tiga hari kedepan.

Setelah menjadi larva atau manggot, dapat langsung dikasihkan sebagai pakan ternak unggas saat berumur sekitar 2 minggu. Sisakan beberapa larva untuk kembali menjadi lalat bsf dan bertelur dalam media fermentasi yang sudah dipersiapkan.

Tentang banyaknya penyediaan makanan dengan campuran manggot bsf ini dapat di variasikan sendir. Diakibatkan setiap pemilik ternakan memiliki kondisi lingkungan yang tidak sama. Hal paling penting yakni dapat mencapai bobot ideal dengan cepat ( jika bertujuan untuk ternak pedaging).

Masa Panen Maggot Lalat BSF

Biasanya setelah telur-telur di taruh maka akan menetas menjadi larva dari 6 hingga 7 hari berikutnya. Setelah nampak maka dapat segera memanennya.

Biasanya akan di butuhkan waktu hingga 2 minggu dari awal proses pembuatan alat hingga panen. Untuk cara panen bisa dengan cara manual memakai perangkap manggot supaya akan cepat.

Untuk menurunkan bau, bisa dengan melakukan pemilahan limbah yang di gunakan dalam budidaya manggot. Limbah organik tentunya akan sangat cepat membusuk diakibatkan ini merupakan media utama.

Namun setelah terjadi perkembangan larva maka dapat dilakukan pembersihan dan segera memanen manggot tersebut.

Berbagai Kendala Dalam Budidaya Maggot BSF

Jika anda melakukan produksi yang di lakukan dalam skala besar maka tentunya terdapat beberapa kendala yang umum di hadapi seperti :

  • Aroma tidak sedap yang akan di timbulkan oleh air dari wadah manggot tersebut.
  • Penyakit yang mungkin di timbulkan oleh polusis dari banyaknya lalat yang datang dan beterbangan.
  • Karena ukuran manggot yang tumpang tindih dan tidak seragam maka ini akan sedikit menyulitkan dalam proses panen.
  • Jika di simpan dalam bentuk segar, maka penyimpanan tidak bisa di lakukan dalam jangka waktu yang lama.

Solusi pemecahan masalah budidaya maggot bsf

Adapun beberapa solusi yang dapat mngatasi beraneka keluhan tersebut ialah :

  • Aroma sekaligus polusi yang menyebabkan terjadi dapat diatasi memakai sebuah formula probiotik yang dapat menghilangkan bau bahan organik yang dipakai untuk produksi manggot. Namun jika bau berkurang, efeknya membuat lalat berkurang dan produksi tidak maksimal.
  • Untuk memancing lebih banyak lalat bisa menggunakan campuran pupuk kompos yang berbau lebih tajam.

Dengan beraneka macam solusi dan teknik diatas maka anda dapat melakukan budidaya manggot atau belatung dengan skala kecil maupun besar, hanya dengan modal sedikit dan minimal. Dengan bahan yang mudah, mudah di temukan dan tidak sulit dalam melakukan teknik pembudidayaannya.

Makanan Pengganti Untuk Ternak dengan Maggot BSF

Khusus untuk ternak entok, mungkin akan membutuhkan manggot lalat bsf ini lebih banyak. Karena memang porsi pakan entok yang extra banyak dari kedua unggas yang saya sebutkan diatas tadi.

Penggunaan manggot lalat bsf ini sangatlah aman dan tidak meracuni ternak unggas, dan untuk dipakai sebagai capuran pakan, rekomendasi sejumlah 10% hingga 30% saja. Namun jika ingin berkreasi, dapat disediakan sesuai keinginan pemilik ternak.

Cara Menghemat Pakan Ternak dengan manggot lalat bsf

Untuk menghemat pakan dengan manggot lalat bsf ini, yakni menggunakan sebagai campuran pakan ternak untuk mencukupi kebutuhan protein, sebagai pengganti konsentrat pabrik.

Lakukan perawatan secara rutin dan memanennya secara terpola, sebagai sumber protein binatang yang tidak ada habisnya. Bibit larva manggot bsf ini berupa telur, dapat di beli atau juga bisa memikat agar datang sendiri, terserah mau menentukan yang mana.

Harga bibit bsf ini bervariasi untuk setiap daerah, tetapi umumnya antara 5ribu hingga 20ribu pergram. Sedangkan jika medatangkan sendiri, yang dibutuhkan hanyalah kesabaran. Membeli bibit manggot bsf hanya dibutuhkan jika disekitar tidak ditemui tipe lalat ini

 

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment