Cara Memelihara Ikan Hias Komet

Ikan komet termasuk dalam turunan dari ikan maskoki. Jenis ini pertama kali diternakkan di Amerika sekitar akhir abad ke-19. Nama komet diambil dari nama benda angkasa yakni komet helley.

Hewan air ini mempunyai ketahanan tubuh lebih berkualitas dibandingkan dengan ikan maskoki. Dengan harga miring, jenis ini terfavorit oleh konsumen ikan hias.

Cara Memelihara Ikan Komet

Ikan komet mempunyai ekor lebih panjang dan indah daripada ikan pada biasanya. Selain itu juga mempunyai warna indah yakni perpaduan antara merah keoranyean dengan putih.

Perbedaan utama dengan ikan maskoki terletak di ukurannya yg lebih gede dari ikan mas dan adanya tonjolan daging (sungut) kecil di atas lubang hidungnya.

Jenis ini merupakan ikan hias berukuran tak lebih dari sebuah jari orang dewasa. Ukuran paling besar ialah sebesar empat jari orang dewasa. Dalam pemasarannya, yang berukuran dua jari lebih diminati para penjual ikan hias.

Karena bisa saja besar hal tersebut berkaitan dengan diameter akuarium penghobi. Karena itu pulalah, ikan komet berukuran dua jari bernilai jual lebih tinggi daripada yang berukuran sejari, walau para penjual ikan hias juga menerima seukuran jari orang dewasa.

Meskipun jenis ini nilai jualnya relative murah, namun bagi pecinta ikan hias tentu tidak menginginkan apabila peliharaannya sering mati, berikut cara merawat ikan komet beserta pembudidayaannya:

Pemberian Pakan Rutin

Salah satu cara memelihara ikan komet yang sangat diperhatikan ialah saat pemberian pakan. Ikan komet merupakan tipe yang terbilang rakus. Binatang ini bisa mengkonsumsi pakan apapun dan tak mungkin rewel.

Pemilik bisa dengan memberi pakan ikan komet seperti jentik nyamuk, roti tawar, hingga cacing pita.

Namun untuk cepatnya bisa dengan memberi pelet ikan yang umum dijual di toko-toko. Pemberian pangan juga melakukannya dengan tahap demi tahap, berikan makanan saat makanan yang terlebih dahulu sudah habis.

Dengan begini kebersihan air akan tetap terjaga dan peliharaan bisa tetap kenyang.

Perhatikan Air

Sejatinya ikan komet itu bisa hidup saat kondisi air kotor, tetapi air kotor dapat menimbulkan berbagai penyakit pada peliharaan. Untuk itu sangatlah penting untuk melakukan pembersihan air di dalam akuarium.

Pemilik bisa melakukan pembersihan air dari kotoran dan merubah air di dalam akuarium tersebut dengan air baru serta bersih.

Sangat disarankan dalam melakukan pergantian air saat kondisi air sudah kotor atau minimal 3 bulan sekali. Sedangkan penggantian air dilakukan selama satu minggu sekali dengan air yang diganti hanya setengahnya saja. Hal ini tujuannya supaya peliharaan sangat sulit stress.

Pemeliharaan Dari Hama

Ikan komet mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik, sehingga menjadikannya sangat sulit menderita banyak hama. Salah satu hama yang dapat menyerangnya ialah hama kutu jarum.

Tanda dari serangan hama ini ialah adanya bercak merah pada tubuh ikan komet, cara memelihara dari hama ini ialah dengan mencabutnya memakai pinset.

Budidaya Ikan Komet

Ikan komet merupakan hewan air yang amat gampang didapat dan mudah untuk dikembang biakkan. Selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, jika dibudidayakan di Indonesia sangat pas karena pengaruh iklim tropisnya.

Dengan mempelajari perilaku ikan ini bisa menyesuaikan daerah asal aslinya sehingga ikan bisa merasa nyaman dan akhirnya bisa diunduh dan dijual dengan harga tinggi. Berikut langkah – langkah budidaya ikan hias komet :

Persiapan Tempat Ikan Komet

Untuk wadah tempat pembudidayaan bisa menentukan wadah berupa aquarium maupun kolam. Wadah apapun yang digunakan tidak menjadi masalah, karena yang terpenting ukuran wadahnya. Untuk ukuran minimal jika ingin budidaya ikan komet yakni 60 x 40 x 60 cm.

Pengisian Air Yang Sudah Ditreathmen

Proses berikutnya adalah pengisian air, yang perlu diingat airnya haruslah sudah ditreathmen. Setidaknya air sudah ditreathmen selama kira-kira 1 hari. Kegunaannya ialah untuk membuat air bersih. Serta dapat menghindari zat berbahaya serta merugikan pada saat proses pembenihan nantinya.

Pemberian Tanaman Enceng Gondok

Setelah air diisikan ke dalam kolam maupun aquarium. Selanjutnya bisa memberikam tanaman air berupa enceng gondok. Tanaman ini bisa memiliki kegunaan sebagai substrat serta tempat untuk melekatnya telur-telur ikan komet.

Pemilihan Indukan

Menentukan indukan ikan komet baik jantan maupun betina sangatlah penting. Mengingat kualitas anakan atau larvanya juga bergantung pada kualitas induknya.

Ini yang membuat pemilik wajib jeli saat menentukan indukannya yang baik. Jika ingin mendapatkan anakan atau larva ikan komet yang baik juga. Pilihlah induk yang telah mempunyai gonad matang.

Biasanya ikan komet yang mempunyai gonad yang telah matang berada pada usia 8 bulan ke atas. Jadi sangat perlu untuk bertanya umur indukan pada saat membelinya. Seleksi indukan dapat melakukannya dengan melihat ciri – ciri sebagai berikut :

  • Induk jantan

Ikan jantan yang telah matang gonadnya, jika diurut pada bagian perutnya. Maka akan melihat keluarnya cairan putih sperma. Lalu di bagian sirip dadanya, umumnya terdapat bintik – bintik lingkaran menonjol, jika disentuh akan terasa kasar.

  • Induk betina

Ikan komet betina, di bagian sirip dadanya juga mempunyai bintik – bintik. Tapi jika memegangnya akan terasa lembut. Induk betina dengan gonad matang, jika diurut bagian perutnya. Pada bagian lubang urogenitalnya justru akan mengeluarkan cairan kuning seperti warna kuning telur.

Proses Pemijahan

Proses berikutnya yang paling penting ialah melakukan pemijahan. Pemijahan sendiri sebetulnya merupakan proses pengawinan dengan menggabungkan induk betina dengan jantan dalam satu wadah.

Harus diingat jika perbandingannya yakni 1 jantan serta 2 betina. Ini diakibatkan pada saat proses ini pejantan akan terus mengejar betina. Sampai pada akhirnya pejantan akan membuahi betina.

Saat telur ikan keluar, telur ini akan melekat pada tanaman enceng gondok. Jika memasukkan indukan kewadah di sore hari,  biasanya keesokan harinya bisa menemukam telur pada tanaman eceng gondok.

Penetasan Telur

Penetasan telur dikerjakan pada akurium pemijahan langsung. Karena jenis ini tergolong ke dalam kelompok ikan hias air tawar yang tidak menjaga telurnya.

Maka, setelah proses pemijahan selesai dan telur sudah menempel pada substrat induk ikan komet diangkat atau dikeluarkan dari dalam akuarium. Hal ini dikerjakan supaya induk tidak mengkonsumsi telur yang sudah dikeluarkan tersebut.

Setelah 2 – 3 hari telur akan menetas, setelah menetas selanjutnya enceng gondok diangkat dari dalam akuarium. Selain itu, perlu dikerjakan perhitungan akan larva yang dihasilkan.

Larva yang baru menetas belum diberi makan hingga berusia 2 – 3 hari karena masih memiliki persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).

Pemberian Pakan Pada Larva

Larva umur 7 hari hanya sebesar jarum, kondisinya kurang kuat, namun sudah mulai belajar mendapatkan pakan dari luar badannya. Untuk itu, perlu dikasihkan pakan yang memenuhi syarat untuk menurunkan risiko kematian benih.

Bak pendederan wajib bersih dan sudah dikeringkan di bawah terik matahari selama 1-2 hari untuk membunuh bibit parasit. Selanjutnya tebarkan pupuk kandang berupa feses ayam 500 g/m².

Sambil menunggu pengisian air, pupuk diaduk-aduk hingga betul-betul larut dan pertahankan ketinggian air dalam bak sampai 30 cm. Dua hari setelah pemupukan, bibit kutu air ditanam dan tidak ada tindakan selama 5 hari supaya tumbuh dan berkawin.

Setelah pengisian air, larva komet dari bak penetasan siap dilepas ke dalam bak pemeliharaan.

Pemberian pakan tambahan dibutuhkan setelah 15 hari pemeliharaan. Memasuki pemeliharaan 15 hari kedua wajib ada peredaran air masuk, apalagi setelah pakan tambahan mulai dikasihkan.

Genap usia sebulan, anak komet mulai terlihat bentuk aslinya. Badannya lingkaran, ekor dan kadang warna dari sebagian anak komet sudah keluar. Seleksi awal ditujukan untuk menentukan ikan yang memiliki ekor persis sama seperti ekor indukya, selanjutnya postur tubuh dan ukurannya.

Bisa terjadi, dari hasil seleksi ini didapat beberapa kelompok anak komet berlainan ukuran serta kualitasnya, tergolong kelompok anak komet wajib disingkirkan.

Apakah Artikel Ini Berguna ?

Tekan pada gambar bintang

Rata rata penilaian / 5. Jumlah vote :

Terima sudah memberi ulasan terbaik

Share ke media sosial untuk berbagi informasi

Last Update

Leave a Comment

error: Content is protected !!