Cara Menjinakkan Burung Manyar

Syarat utama burung gacor ialah jinak dalam artian tidak takut terhadap manusia dan mudah mengikuti keadaan dengan lingkungan. Karna bagaimana mungkin burung yang belum jinak atau masih takut pada manusia akan bersuara jika melihat manusia di sekelilingnya, yang terjadi ialah peliharaan akan ngeruji atau menabrak-nabrak ruji kandang seperti kesetanan.

Cara Menjinakkan Burung Manyar

Burung manyar ialah tipe burung bersuara merdu yang berasal dari keluarga ploceidae. Perlu diketahui jika sebetulnya ada 3 tipe yang dipakai untuk dijadikan masteran, diantaranya yakni  manyar tempua, manyar emas, dan juga manyar jambul.

Meskipun tipe itu sangat baik untuk dijadikan master. Ada baiknya memahami bagaimana cara menjinakan manyar yang masih dalam keadaan liar dari tangkapan hutan. Berikut langkah – langkah menjinakkan burung manyar :

Penempatan Burung

Tempatkan burung dengan full krodong dahulu selama  1 minggu biar dapat mengikuti keadaan atau terlebih sering hidup di dalam kotak kurungan, dan terbiasa dengan tempat pakannya. Sebaiknya piaraan di letakkan atau gantung di dalam rumah saja.

Jika hewan piaraan sudah nampak tenang, maka setiap harinya tetap di kerodong, namun hanya separuh atau berikan sisi celah supaya bisa melihat luar dan mulai gantunglah di luar,supaya bisa menyesuaikan diri dengan kegaduhan.

Pemberian Pakan

Untuk burung pemakan serangga, berikan pakan dengan memakai tangan secara langsung kepadanya. Hal tersebut dapat dengan memberikan ulat atau jangkrik. Dan untuk pemberiannya itu sendiri sebisa mungkin di kasihkan setelah piaraan di beri mandi.

Karena  pada saat itu hewan tersebut menggigil lalu akan merasa lapar, saat itulah peliharaan akan bergerak aktif dan tidak takut untuk menyantap pakan di tangan pemilik.

Peletakan Kandang

Cara menjinakkan burung manyar bisa dilakukan dengan menggantung kandang manyar dengan rendah. Bisa serendah mungkin, atau bisa menempatkan kandang di lingkungan yang banyak dilewati oleh orang-orang atau yang gaduh.

Dengan demikian, piaraan akan menjadi lebih penurut seandainya bertemu dengan orang. Kegaduhan tersebut juga akan menjadikan manyar semakin mudah dalam mengikuti keadaan.

Memandikan Burung

Beri mandi burung kesayangan pada pagi dan sore secara teratur,supaya binatang kesayangan merasa relax dan cepat menyesuaikan diri. Bisa juga dengan memberinya mandi tiga hari sekali atau satu minggu sekali.

Lakukan terapi mandi di malam hari. Yakni beri mandi di malam hari kurang lebih jam 9 malam hingga basah kuyub lalu anginkan,ada pula sobat kicau mania yang memakai air es. Mandi di malam hari ini mebuat burung menjadi menggigil dan lebih banyak diam.

Di situlah piaraan mulai kenal dengan pemilik dan tidak takut,karena saat peliharaan diam ternyata pemiliknya bukan ancaman baginya. Terlebih lagi apabila diberikan jangkrik saat menggigil.

Penjemuran

Cara menjinakkan manyar kemudian pemilik bisa mengeluarkan dan mengembunkan saat pagi hari. Juga dapat sambil memberikan sedikit kroto.

Kroto yang diberikan ada baiknya yang masih segar. Pemilik juga dapat mencampurnya dengan sedikit parutan buah apel. Seperti halnya yang diberikan pada ciblek atau burung tledekan.

Ada baiknya juga menjemurnya sebentar ketika matahari sedang terbit. Namun ada baiknya di dalam menjemur sebelum jam 12. Tapi usahakan agar manyar tidak mengalami terik matahari dengan langsung. Sebab terik matahari tersebut bisa tiba-tiba bersinar sangat terik.

Penggantian Air Minum

Gantilah air minum manyar dengan rutin supaya piaraan sangat sulit terjangkit penyakit. Air minum dapat menimbulkan penyakit bahaya jika tidak sering diganti dengan yang bersih.

Dengan dikasihkan air yang bersih maka penyakit juga tak mungkin bersarang pada air minum dari burung tersebut.

Macam – Macam Penyakit Pada Burung

Inilah tipe penyakit yang sering menyerang unggas khususnya burung. Meski terdapat beberapa tipe yang mempunyai sistem imunitas dan antibiotik tubuh yang kuat menghadapi serangan penyakit bukan berarti tidak bisa sakit.

Berikut ini terdapat beberapa tipe penyakit yang sering menyerang burung dan perlu untuk tahu kicaumania supaya bisa melakukan cara mencegah lebih dini.

Stress

Penyakit ini ditandai dengan gejala bulu berdiri, kepala ditaruh di pundak, mata sayup, tinja tidak normal, badan lemas, masih terlihat bingung, nampak tegang, tak mau berkicau, badan kurus karena mogok makan, mencabuti sendiri bulu-bulunya serta menyendiri atau panik dengan bertingkah laku menabrak-nabarak kurungan.

Hal ini dapat disebabkan karena perubahan lingkungan di tempat tinggal, perubahan cuaca secara mendadak, kurungan jatuh serta mendengar bunyi ramai atau terkejut.

Cara pencegahan bisa dilakukan dengan mengkerodong kurungan ketika dalam perjalanan atau bila terjadi perubahan cuaca. Bila berpindah lingkungan tempatkan sang kar di tempat yang jauh dari keramaian dan jangan sampai terusik. Apabila burung sudah terlanjur mengalami stres, beri vitamin anti stres pada minumnya dan penambahan extra fooding pada menu pakannya.

Kuku/Paruh Panjang

Gejalanya bisa ditandai dengan gerakannya tidak lincah karena kuku memanjang. Kesulitan mengambil makanan atau minum karena paruh memanjang.

Penyebabnya ialah pada sebagian tipe burung seperti punglor akan mengalami proses alamiah dengan memanjangnya paruh serta kuku secara bertahap.

Pencegahannya bisa dipotong dengan gunting yang tajam. Perhatikan waktu memotong, jangan sampai terkena paruh atau kuku yang terdapat  pembuluh darah.

Pilek

Ditandai dengan sering menggeleng – gelengkan kepala untuk membuang cairan (ingus) pada saluran pernafasannya. Mulut sering terbuka sebagai usaha untuk bernafas, mata berair serta masih terlihat lesu dan lemah.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh kondisi piaraan tidak fit karena pergantian suhu secara tiba – tiba. Terlalu lama diberi mandi. Kondisi pakan atau minum yang menderita virus influenza. Penyakit ini bersifat menular melalui udara, makanan atau minuman.

Hal ini dapat dicegah dengan menambah menu gizi dan extra fooding pada pakan. Jangan memberi mandi burung terlalu lama atau secukupnya saja. Mengisolir burung yang terserang dari yang lain. Apabila terkena pilek, obati dengan obat yang terkandung antibiotic dan rangsang selera makan dengan vitamin tambahan.

Rontok Bulu

Rontok bulu merupakan proses alamiah pada hampir semua tipe burung. Jika rontok bulu bukan secara alami maka piaraan akan nampak malas bergerak, tak mau berkicau, tidak lincah dan selera makan jadi turun hingga lesu.

Penyebab rontok bulu antara lain stres berat, gangguan kutu, tungau atau gurem yang terasa gatal hingga burung mematuk-matuk sendiri bulunya. Kurang vitamin dan protein. Bentuk kurungan yang kurang tepat (terlalu kecil/besar) atau gangguan hewan lain hingga burung menjadi ketakutan dan menabrak – nabrak kurungan.

Penyakit ini dapat dicegah dengan menciptakan keadaan lingkungan yang tenang bagi burung. Menjaga kebersihan kurungan serta menata konstruksi kurungan. Jika hewan piaraan mulai ngurak karena kutu, hilangkan dengan bedak deodoran yang ditaburkan di seluruh tubuh burung atau menyemprot kurungan dengan pembasmi kuman. Untuk mempercepat pertumbuhan bulu pada burung maka berilah tambahan vitamin dan gizi pada menu pakan.

Apakah Artikel Ini Berguna ?

Tekan pada gambar bintang

Rata rata penilaian / 5. Jumlah vote :

Terima sudah memberi ulasan terbaik

Share ke media sosial untuk berbagi informasi

Last Update

Leave a Comment

error: Content is protected !!