Manfaat Ikan Lele Bagi Kesehatan

Secara ilmiah lele dikenal sebagai siluriformes. Ada lebih dari 3 ribu spesies yang bisa diperoleh di semua benua, kecuali di antartika. Ikan lele mendiami ekosistem air tawar, namun beberapa spesies mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan di air asin.

Ikan lele mempunyai ciri istimewa, yaitu mempunyai kumis panjang di dekat mulutnya. Hewan ini tidak bersisik. Terdapat beberapa spesies, kulit yang tertutup lendir dipakai untuk proses respirasi kulit (bernafas melalui kulitnya). Beberapa spesies kulitnya ditutupi lempeng tulang yang disebut scutes.

Kandungan Gizi Serta Manfaat Ikan Lele

Lele ialah ikan air tawar yang dapat diperoleh di pasar. Terdapat beberapa manfaat kesehatan selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau.

  • Mengandung Sumber Protein

Ikan lele ialah ikan air tawar yang bisa menjadi sumber protein tinggi. Proteinnya sekitar 20 %. Fungsi protein di dalamnya tidak hanya meningkatkan protein pada makanan namun juga bisa menjadi pelengkap protein yang bagus pada menu. Protein yang terkandung oleh lele, ada asam amino esensial lisin, metionin, dan leusin. Jenis ini mempunyai protein yang lebih tinggi daripada protein susu dan daging.

Hampir 80% ikan air tawar mengandung protein dengan lisin dan metionin yang tinggi. Leusin dipakai untuk membantu perkembangan anak, membangun dan menghancurkan jaringan otot. Lysine dipakai untuk membantu perkembangan dan pengobatan herpes. Lisin dibutuhkan untuk menjadi kerangka bagi niacin juga.

  • Memiliki Kandungan Asam Lemak Sehat

Dengan mengonsumsi lele secara rutin, maka bisa meningkatkan asupan asam lemak omega 3 dan omega 6 di dalam tubuh.

Asam lemak omega 3 mempunyai fungsi untu proses membentuk sel pada otak serta meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, asam lemak omega 3 juga mempunyai peran penting dalam proses pertumbuhan otak janin pada ibu hamil dan pertumbuhan fungsi penglihatan saraf bayi.

Sedangkan asam lemak omega 6 mempunyai fungsi untuk mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

  • Tinggi Kandungan Fosfor

Fosfor pada lele mencapai 168 mg/100 gram. Terbukti bahwa fosfor ikan lele lebih tinggi dari fosfor telur. Telur hanya mengandung 100 mg. Fosfor dipakai untuk memberi penguatan, energi dalam lemak, mengekstrak metabolisme, menjadi pendukung kesehatan gusi dan gigi, membantu sintesis dna dan penyerapan kalsium.

Ibu hamil memerlukan banyak fosfor, karena berguna untuk perkembangan tulang janin. Jika fosfor pada ibu hamil lebih sedikit, janin akan mengambil fosfor dari ibu. Hal ini bisa mengakibatkan osteoporosis.

  • Rendah Merkuri

Ikan lele termasuk jenis hewan air tawar paling rendah merkuri. Hal ini tentunya menjadi salah satu keuntungan karena banyak ikan yang tercemar merkuri. Merkuri merupakan logam berat, limbah dari buangan pabrik dan buangan rumah tangga yang di dalam air berikatan pada ototnya.

Penumpukan merkuri di tubuh untuk jangka panjang akan dapat memicu beraneka penyakit seperti keracunan merkuri hingga kerusakan saraf, apalagi pada bayi dan anak-anak. Jadi walau begitu sangat menyukainya, wajib memonitor konsumsi ikan lele setiap minggunya.

  • Mengandung Banyak Vitamin D

Ikan lele sering dianggap sebagai salah satu binatang air tawar yang terkandung gizi yang tidak kalah dari makanan laut, seperti udang, tuna kalengan, salmon, dan lain-lain. Hal ini tidak lepas dari kandungan vitamin D di dalamnya. Kandungan vitamin D yang tinggi pada ikan lele ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan menjaga sistem kekebalan tubuh otak dan saraf.

  • Sumber Vitamin B – 12

Di dalam ikan lele terdapat kandungan kadar vitamin B-12 yang sangat tinggi. Satu ekor saja diketahui mengandung 40 persen asupan vitamin B-12 yang dianjurkankan setiap hari. Sebagai bagian dari vitamin B, vitamin B-12 pada sangat perlu untuk membantu memecah makanan yang dikonsumsi sebagai energi. Tidak hanya itu, vitamin yang larut dalam air juga mempunyai peran penting untuk fungsi otak, sistem saraf, serta proses membentuk darah.

  • Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Perbandingan potasium dan natrium pada lele mencapai 24,5:1, sangat tinggi. Jadi, ikan lele sangat bagus untuk kesehatan kardio dan arteri. Istilah makanan mengucapkan makanan terbaik untuk kesehatan jantung, perbandingan kalium dan natrium lebih dari 5:1. Potasium mempunyai fungsi seperti mengontrol tekanan darah, sebagai pembersih co2 (karbon dioksida) dalam darah, sebagai pemicu ganglion dan fungsi otot, jika pada tingkat tinggi dapat meluncurkan konsinyasi oksigen ke otak, luncurkan kesestabilan kadar mineral dalam tubuh.

Dampak Konsumsi Ikan Lele

  • Daging ikan lele mengandung merkuri. Jika terlalu banyak mengonsumsinya maka akan memperoleh efek merkuri. Tentu saja, itu bisa mengancam kesehatan tubuh.
  • Selain merkuri, di dalam lele juga terdapat bakteri. Hal ini disebabkan ikan lele hidup di air kotor di mana ia tercemar oleh bakteri. Beberapa efek dari mengonsumsinya ialah sakit perut dan mencret. Jadi, dilarang terlalu banyak memakannya. Konsumsilah secukupnya.
  • Seseorang yang mengonsumsi ikan lele bisa terkena hipertiroid. Banyak peternak lele yang memakai karkas atau feses binatang sebagai makanan lele. Jika kita terlalu banyak mengonsumsi ikan lele, maka cairan di dalam tiroid akan meningkat. Karena itu, makanlahsecukupnya.
  • Risiko penyakit jantung. Hal ini dapat disebabkan oleh budidaya yang buruk, cara pengolahan atau memasak ikan lele dengan minyak trans dapat mengganggu kesehatan. Kesehatan yang buruk akan memengaruhi arteri jantung dan dapat mengakibatkan penyakit jantung seperti gagal jantung, jantung koroner dan gejala jantung yang rawan bahaya.
Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment