Manfaat Makan Daging Sapi Setiap Hari

Daging sapi ialah daging didapat dari sapi yang umum dipakai untuk kebutuhan konsumsi makanan. Di setiap daerah, pemakaian daging ini tidak sama berdasarkan dari cara pengolahannya.

Bisa ditemukan dalam beraneka kuliner, baik tradisional maupun modern seperti rendang, bakso, steak, semur, maupun beraneka tipe kuliner lain.

Daging sapi termasuk dalam tipe bahan kuliner paling disenangi, karena selain lezat dan gurih, selain itu juga menyuguhkan keperluan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Manfaat Makan Daging Sapi Bagi Tubuh

Adapun kandungan nutrisi di dalamnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain :

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Dalam daging sapi terdapat beraneka kandungan nutrisi berupa protein serta zat besi yang bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh maka akan menjadi lebih sulit menderita penyakit. Untuk itu konsumsilah agar tubuh lebih sehat dan kuat.

  • Membantu Perkembangan serta Kinerja Otak

Kandungan protein di dalamnya berfungsi untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh supaya tetap sehat. Selain itu, makanan yang terkandung protein juga dapat membantu proses membentuk jaringan tubuh, serta sangat bagus bagi tumbuh kembang otak serta tumbuh kembang anak-anak, baik fisik maupun mentalnya. Selain itu kandungan vitamin B kompleks juga dapat membantu meningkatkan kinerja otak.

  • Menjaga Berat Badan Ideal

Daging sapi punya beragam protein. Untuk itu, mengkonsumsinya lebih disarankan untuk orang-orang yang lagi diet, karena kalori bisa terbakar oleh protein yang mampu meningkatkan metabolisme dan menahan rasa lapar. Pilihlah daging sapi dengan lemak sedikit atau non-lemak, supaya diet lebih maksimal.

  • Mencegah anemia

Mengkonsumsi daging sapi dapat menghindari penyakit kekurangan darah atau anemia. Karena di dalamnya terdapat kandungan zat besi yang menjadi penyusun utama jaringan-jaringan darah merah pada tubuh. Konsumsi daging sapi cukup dapat mencukupi sel darah merah yang diperlukan tubuh. Sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan anemia dapat teratasi. Selain itu zat besi dalam kandungannya juga memberi nutrisi kepada anak serta bisa tumbuh dengan baik dan mempunyai semangat belajar tinggi.

  • Sumber Energy

Konsumsi daging sapi cukup dapat memenuhi keperluan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini karena dalam setiap 100 gram dapat memberi asupan energi sekitar 250 kkal. Untuk itu daging sapi segar dapat dijadikan sajian yang membantu keperluan energi harian.

  • Mempercepat Penyembuhan Luka

Kandungan protein yang ada pada daging sapi bisa bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Salah satu penyebab luka infeksi paling sering ialah terhambatnya penyaluran oksigen ke jaringan yang rusak. Kekurangan mineral dapat menunda proses membentuk dan perbaikan jaringan. Mineral mempunyai peran penting dalam penyembuhan, karena mempunyai peran mendistribusikan oksigen lewat darah.

  • Membantu Kinerja Jantung

Adanya omega 3 pada daging sapi berfungsi untuk membantu kinerja jantung, hati serta system saraf pusat. Dengan porsi tepat, daging sapi tanpa lemak sangat bagus untuk kesehatan jantung. Memakannya dengan olahan tepat, seperti direbus atau dipanggang, juga dapat mengurangi tekanan darah tinggi.

  • Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan nutrisi dan mineral dalam daging sapi dapat membantu regenerasi kulit supaya tidak kusam, menghilangkan noda hitam pada wajah, serta menghindarkan penuaan dini. Zat antikarsinogenik di dalamnya juga mampu menghindarkan perkembangan kanker, termasuk kanker kulit.

Dampak konsumsi daging sapi

Dari kandungan deretan manfaat dalam daging sapi, maka sangatlah pantas seandainya daging sapi menjadi salah satu sumber nutrisi bagi tubuh. Namun, selain memiliki manfaat juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Kebanyakan daging sapi yang dijual di pasaran merupakan daging dari sapi yang dibesarkan secara komesial di pembudidayaan. Daging sapi yang dihasilkan dari sapi ternak diberi makan biji-bijian mempunyai kandungan asam lemak omega 3 sangat sedikit serta mempunyai kadar asam lemak omega 6 dalam jumlah lebih tinggi daripada sapi-sapi yang hidup liar dengan mengkonsumsi rumput.

Selain itu, penambahan beraneka macam tipe hormon seperti estradiol, progesteron, dan testosteron, hormon sintetis, zeranol dan trenbolone asetat, melengesterol asetat umumnya disediakan pada binatang-binatang ternak guna menambah bobot tubuh  serta meningkatkan efisiensi pakan juga sangat berakibat bagi kesehatan, yakni dapat meningkatkan resiko kanker.

Selain meningkatkan resiko kanker, terdapat dampak lain mengkonsumsi daging sapi bagi kesehatan antara lain:

  • Keracunan

Daging sapi merupakan sumber dari adanya tipe kuman mematikan yang disebut E. Colli o157:H7 yang bisa mengakibatkan terjadinya keracunan makanan cukup serius. Kuman-kuman tersebut terdapat dalam daging sapi yang sudah tercemar dengan tinja sapi pada saat dikerjakan penyembelihan. Akibat dari kuman berbahaya ini telah menewaskan puluhan orang serta mengakibatkan ribuan orang sakit setelah memakannya. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya penarikan sekitar 25 juta pon daging sapi di pasaran pada tahun 1997.

  • Dehidrasi

Menurut penelitian dari university of connecticut, terlalu banyak mengkonsumsi daging dapat memicu dehidrasi karena protein tinggi dapat memicu ginjal memproduksi urine yang lebih pekat. Dehidrasi dapat memicu kulit menjadi kering, selera makan sangat meningkat, dan tubuh mudah lemas. Selain itu, dehidrasi juga dapat memicu sakit kepala.

  • Masalah Pencernaan

Organ pencernaan manusia menyimpan beraneka bakteri penting untuk tubuh. Bakteri-bakteri tersebut memerlukan beraneka nutrisi seperti karbohidrat kompleks serta serat dari sayur, buah-buahan, dan biji-bijian. Apabila terlalu banyak mengkonsumsi daging yang umumnya mengandung protein tinggi tetapi rendah serat, maka pencernaan akan bermasalah karena bakteri dalam perut tidak cukup memperoleh nutrisi serat tersebut.

  • Peradangan

Daging sapi termasuk dalam tipe makanan yang tidak mudah untuk dicerna oleh tubuh, walaupun telah dimasak. Hal ini akan menimbulkan peningkatan jumlah enzim pencernaan untuk dapat mencerna makanan tersebut. Jika makanan ini sering dimakan pada usia dini, hal ini dapat mempertahankan kaskade arakidonat (asam lemak omega 6) dalam tubuh yang memberikan kontribusi untuk kondisi peradangan dan rasa sakit.

  • Kanker

Dalam daging sapi terkandung sebanyak bahan tidak alami organik sangat beracun yang dikenal dengan nama dioxin. Dimana bahan tidak alami tersebut berasal dari partikel mikroskopis dari abu dari insinerator, sudah menetap di rumput dan tanaman yang dikonsumsi oleh binatang-binatang ternak seperti sapi, babi, dan ayam.

Beberapa ilmuwan mengucapkan bahwa dioxin merupakan hormon kimia yang bisa mengganggu fungsi jaringan-jaringan dalam tubuh, sehingga hal tersebut dapat berpotensi untuk meningkatkan resiko penyakit kanker. Selain itu, dioxin juga menjadi pemicu endometriosis, gangguan attention deficit disorder, bagian cacat sistem reproduksi anak-anak, sindrom kelelahan sangat parah, menurunnya sistem kekebalan tubuh, serta gangguan saraf.

Pada daging selain memiliki bahaya pada zat dioxin, umumnya daging sapi yang berasal dari pembudidayaan telah mengalami proses penyinaran dengan memakai sinar gamma yang dihasilkan oleh radioaktif, kobalt 60, maupun peredaran listrik dengan maksud untuk membunuh bakteri dalam daging tersebut. Radiasi yang dihasilkan oleh peredaran listrik tersebut pada akhirnya dapat menciptakan radiolytic dalam produk makanan yang dihasilkan dari olahan daging tersebut, di mana hal itu mempunyai sifat karsiogenik (penyebab kanker). Untuk itu lebih disarankan untuk menghindari produk makanan atau daging radiasi.

  • Penyakit Jantung

Seperti sudah dijabarkan sebelumnya bahwa daging sapi yang didapat dari pembudidayaan komersial umumnya mengandung lebih sedikit jumlah asam lemak omega 3. Padahal asam omega 3 inilah yang bisa berfungsi untuk menghindarkan penyakit ini terjadi jantung, tetapi mengandung lebih tinggi kadar asam lemak omega 6 (kaskade arakidonat) justru dapat mempromosikan atau meningkatkan resiko penyakit jantung.

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment