Mengenal Macam – Macam Penyakit Pada Kambing Beserta Pengobatannya

Mengenal Penyakit Pada Kambing Beserta Pengobatannya  – Beternak kambing atau domba memang tergolong mudah dan menguntungkan. Namun tidak berarti semuanya tidak memiliki resiko atau kendala. Terkadang dalam beternak juga akan mengalami suatu kendala seperti ternak mengalami sakit. Baik itu sakit ringan ataupun berat.

Penyakit merupakan suatu gejala yang ditimbulkan oleh mikro organism sehingga menyebabkan tubuh menjadi abnormal. Sehingga akan terjadi ketidaknyamanan, disfungsi atau kesusahan terhadap makhluk hidup yang dijangkiti.

Penyakit Kambing

penyakit-kambing

Terdapat dua penggolongan penyakit kambing, yaitu penyakit menular dan tidak menular. Biasanya penyakit mrnular ini disebabkan virus, bakteri, jamur, parasit darah, cacing dan kutu. Sedangkan untuk penyakit tidak menular seperti kurang gizi, kekurangan mineral, keracunan dll.

Untuk memperkecil kerugian dalam beternak kambing, sebaiknya lakukan usaha pencegahan serta penanganan. Sebab apabila ternak terlanjur terserang penyakit dan tidak cepat dilakukan penanganan, maka kematian dapat mengintai ternak. Berikut macam – macam penyakit kambing :

Kembung

Bagi yang telah lama beternak, pasti sering menjumpai ternak mengalami perut kembung. Perut kembung atau sering disebut bloat ialah kondisi dimana perut kambing banyak berisi gas akibat dari proses fermentasi yang berjalan cepat dan tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk kentut.

Tingginya akumulasi gas dalam perut menjadi pemicu organ lain dalam tubuh tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Sehingga ternak pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat dari frekuensi pernapasan tinggi.

Tanda – tanda penyakit kambing berupa kembung ialah awalnya kehilangan selera makan, perut bagian kiri akan mengeras, menggembung dan menonjol.

Setelah itu ternak akan sesak nafas, kaki – bagian kaki kaku (lurus) dan mengembek sangat keras sampai membuat pemilik kaget. Lalu ternak akan mati.

Penyebabya karena terlalu banyak makan hijuan basah. Penyakit kembung rumen atau disebut bloat sering timbul bila binatang memakan tanaman legumen dalam jumlah banyak. Terlalu banyak mengkonsumsi konsentrat.

Pencegahannya jangan terlalu pagi jika menggembalakan ternak. Tunggulah hingga embun mengering kira – kira sekitar pukul 10 an. Apabila penyakit kembung di lokasi dan tidak diawasi maka bisa menimbulkan kematian seketika.

Ketika mengambil rumput atau hijauan setelah hujan, usahakan jangan langsung diberikan. Tunggulah sampai airnya hilang.

Penyebab penyakit kambing dan domba kembung diakibatkan legum dan konsentrat, itu karena jumlah protein yang dikonsumsi over. Jangan memberikan kedua tipe pakan ini bersamaan.

Supaya aman, selang satu jam setelah ternak mengkonsumsi legum atau konsentrat, dikasihkan hijauan dengan serat kasar lebih tinggi. Misalnya rumput odot, daun pisang dan rumput lapangan.

Pengobatan kembung dengan memegang bagian depan kaki kambing, pijat pelan bagian perut. Beri minum air kelapa lalu bagian anus kambing dimasuki batang daun pepaya (lumuri minyak biar licin). Jika menyerah, panggil mantri atau jagal.

Scabies (kudis)

Jenis ini merupakan penyakit kambing dan domba yang paling kerap diderita dan serius. Cara penularannya melalui kontak langsung dengan ternak yang menderita (sakit) atau kontak dengan alat atau kandang yang terkontaminasi (bekas ternak sakit).

Kambing atau domba menjadi cemas karena rasa gatal, selera makan jadi turun, kurus, bila penyakit kronis dan tak kunjung diobati dapat menjadi pemicu kematian.

Tanda-tanda dari penyakit scabies ini ialah kambing atau domba mengalami gatal-gatal, kulit mengeropeng, bulu rontok di daerah yang terifeksi dan pada stadium lanjut kulit bisa menebal dan berlipat-lipat.

Jika jumlah kudis yang menginfeksi belum banyak, bisa menyembuhkannya sendiri dengan bahan sederhana. Pertama, di anggota tubuh yang terinfeksi scabies dibersihkan dengan cairan antiseptic. Misalnya refanol atau alcohol 70%.

Jika memungkinkan, bulu di dekat scabies dikerok agar akan cepat dalam memberikan obat. Kemudian olesi scabies dengan belerang yang dilumat lembut digabung dengan oli bekas.

Intinya ialah bakteri yang menyebabkannya dimatikan sebelumnya. Kalau sumber penyakitnya sudah mati, nanti scabies atau gudig ini berangsur – angsur dapat sembuh.

Jangan lupa pisahkan kambing yang terkena gudig ini dari yang lain. Karena penyakit ini mudah menular. Jika kudis ini sudah menyebar luas ke tubuh kambing, maka pengobatan paling efektif ialah dengan menyuntik dengan obat parasit. Misalnya ivomec atau wormectin.

Cacingan

kambing-cacingan

Beberapa tipe cacing yang sudah kerap diderita kambing atau domba di antaranya haemonchus cocortus, trichus sp, dan oestophagostomum sp. Cacing-cacing tersebut bisa saja terdapat pada pakan hijauan terutama yang diambil dari aktivitas mengarit.

Ketika cacing-cacing tersebut ikut termakan maka akan hidup sebagai parasit di sistem pencernaan, menempel di selaput usus dan menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, dan mengeluarkan racun.

Jika sudah mengalami cacingan, akan timbul tanda ternak menjadi lemah, kurus sehingga menyebabkan pertumbuhannya lambat.

Cara mengatasi penyakit kambing ini ialah pemberian obat cacing. Banyak yang menjual obat cacing ini. Biasanya bahan aktif dengan kandungan di dalamnya ialah albendazole.

Mengobati cacing perlu dikerjakan secara periodik. Karena bisa saja kambing akan mengkonsumsi larva cacing lagi.

Mastitis

Penyakit mastitis sering dijumpai pada kambing perah karena penyakit ini menyerang bagian puting kambing. Ditimbulkan oleh bakteri staphylococcus aureus yang menginfeksi puting susu karena proses pemerahan kurang sempurna, sehingga susu belum habis diperah sepenuhnya.

Serangan penyakit mastitis dapat mengakibatkan penurunan jumlah produksi susu dan kualitas dari susu itu sendiri.

Tanda-tanda penyakit kambing mastitis antara lain ambing terasa panas, sakit dan membengkak, bila diraba terasa ada yang mengeras pada ambing. Warna dan kualitas air susu abnormal, seperti ada warna kemerahan (darah), pucat seperti air, kental kekuningan atau kehijauan.

Mastitis dapat mengobatinya dengan antibiotik melalui putting susu, setelah ambing dikosongkan (diperah) sebelumnya. Pengobatan bisa dikerjakan 2-3 kali per hari, sampai ternak beneran sembuh.

Antraks

Penyakit antraks ditimbulkan oleh virus bacillus anthracis yang bisa menular melalui kontak langsung, makanan, minuman dan pernafasan. Virus ini bisa membunuh hewan ternak dengan cepat dan jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Penyakit kambing dan domba ini sangatlah berbahaya.

Saat kambing terserang antraks akan mengalami demam tinggi, badan lemas, gangguan pernafasan, pembengkakan kelenjar dada, badan penuh bisul. Mengalami terganggunya sistem pencernaan, mengeluarkan darah dari indera pendengaran, mulut, dan anus.

Sampai saat ini penyakit antraks belum diperoleh obatnya. Jika terdapat kambing terinfeksi antraks, untuk menghindarkan penularan semakin meluas, maka ternak yang terinfeksi penyakit wajib dikuburkan.

Diare atau mencret

Kambing yang mengalami diare atau mencret umumnya terjadi karena terdapat masalah di sistem pencernaan. Bisa ditimbulkan oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.

Makanan kurang serat, yang terlalu banyak makan comboran bisa dapat memicu mencret. Ada kasus kambing terlalu banyak diberi dedak padi tanpa pemberian stabilan hijauan mengalami mencret.

Untuk pengobatan beri kambing minum dengan campuran garam dan mineral. Jangan sampai mengalami dehidrasi. Perbaiki pola makan yang bagus dan steril. Yaitu dengan menyediakan pakan berserat.

Jika penyakit kambing dan domba berupa mencret berlangsung lama, maka bisa saja ternak sudah menderita oleh parasit dari luar. Pengobatannya bisa diinjeksi dengan antibiotik berspektrum luas. Misalnya wormectin.

Kuku busuk

kuku-busuk

Penyakit kambing tipe kuku busuk disebabkan oleh kondisi kandang basah dan kotor, sehingga kambing sering menginjak air yang akhirnya terjadi pembusukkan.

Tanda mengalami penyakit kambing ini yaitu celah kuku membengkak dan megeluarkan cairan putih keruh. Kulit kuku mengelupas dan timbul benjolan yang menyakitkan hingga si kambing berjalan pincang. Jika tidak ada tindakan piaraan akan menjadi lumpuh.

Pengobatan dapat dilakukan dengan membersihkan kukunya lalu memotong hingga berbentuk normal. Setelah itu bersihkan dengan antiseptik sehingga bakterinya mati. Siramkan alkohol lalu perban kaki kambing.

Orf

Penyakit kambing orf itu tidak sama dengan scabies walaupun gejalanya nampak sama. Kalau scabies ditimbulkan oleh bakteri, orf ini ditimbulkan oleh infeksi virus. Yang perlu diketahui ialah binatang kesukaan dari orf ini ialah kambing.

Gejala pertama kali orf ialah mucul bintik-bintik merah di kulit. Biasanya di pangkal bibir. Tanda-tanda kambing terkena orf ialah tampak terluka di dekat mulut berupa keropeng hitam dan terdapat juga benjolan.

Lama-lama keropeng akan menjalar ke sela-sela kuku. Akibatnya kambing akan kehilangan nafsu makan yang mengakibatkan badannya menjadi kurus. Biasanya penyakit orf dapat sembuh setelah satu bulan. Namun dalam beberapa kasus, jika terjadi infeksi sekunder dapat mengakibatkan kematian.

Cara virus penyakit orf masuk ke dalam tubuh kambing/domba yakni melalui luka-luka kecil seperti gesekan-gesekan yang menyebabkan terjadi di kulit akibat rumput yang tajam/duri atau luka karena banyak hal yang lain.

Penyakit orf bersifat menular dari kambing/domba yang sakit ke kambing/domba lain secara kontak langsung maupun tidak langsung .

Penyakit ini bisa menjangkit karena adanya kontak antara kambing/domba sehat dengan bahan/alat atau lingkungan yang terkontaminasi virus orf.

Pencegahannya ialah dengan vaksin dan vaksin dikerjakan saat masih dalam kondisi sehat. Yang bisa menyembuhkan orf ialah tubuh kambing itu sendiri. Yaitu dengan memberikan pakan dengan kualitas di atas rata-rata, diberikan dengan mineral dan vitamin.

Apabila kambing masih memiliki selera makan, maka akan bisa disembuhkan. Tapi kalau orf menyerang daerah sekitar mulut, maka kambing akan kesusahan untuk makan. Oleh karena itu tetap perlu diberi obat luar seperti salep atau betadine agar kulit kambing yang mengidap tidak kaku dan keras.

Karena orf ini mengakibatkan luka luar, bintil pecah yang berisi nanah, maka bisa saja untuk infeksi bakteri lain tetap ada. Antibiotik bisa digunakan untuk menghindarkan infeksi sekunder ini.

Jika merasa postingan ini bermanfaat silahkan share ke teman teman anda

Leave a Comment